Penggunaan Kata Ganti atau Pronomina
Kata ganti sangat efektif untuk menandai pertalian antar kalimat dalam paragraf atau wacana. Yang termasuk di dalamnya adalah kata ganti orang atau pronomina dan kata ganti tunjuk. Jika kata ganti diletakkan setelah kata yang digantikan, disebut hubungan anaforis. Jika kata mendahului kata yang digantikan disebut hubungan kataforis.
Contoh :
1. Bramastyo membeli seekor kuda jantan. Ia menungganginya berkeliling kampung hampir setiap sore.
2. Dengan menunggangi kuda jantannya, Bramastyo berkeliling kampung hampir setiap hari.
Pemakaian kata ganti ia pada kalimat pertama merupakan penanda kohesi anaforis karena mengacu pada kata Bramastyo yang sudah disebutkan sebelumnya. Sementara itu, -nya pada contoh kedua merupakan penanda kohesi kataforis.
Referensi :
Wiyanto, Asul. 2006. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta. Grasindo.
Contoh :
1. Bramastyo membeli seekor kuda jantan. Ia menungganginya berkeliling kampung hampir setiap sore.
2. Dengan menunggangi kuda jantannya, Bramastyo berkeliling kampung hampir setiap hari.
Pemakaian kata ganti ia pada kalimat pertama merupakan penanda kohesi anaforis karena mengacu pada kata Bramastyo yang sudah disebutkan sebelumnya. Sementara itu, -nya pada contoh kedua merupakan penanda kohesi kataforis.
Referensi :
Wiyanto, Asul. 2006. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta. Grasindo.
Comments
Post a Comment