Teori Organisasi Umum 1
ORGANISASI
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita tidak mungkin bisa lepas dengan kata ‘organisasi’.
karena memang kehidupan merupakan wujud nyata dari segala jenis organisasi
bentukan Tuhan, yang melibatkan setiap makhluk hidup didalamnya. Di dalam
kehidupan nyata, manusia cenderung melakukan dan menjadikan organisasi sebagai
wadah interaksi sosial dan atau untuk mencapai tujuan yang sama.
Organisasi
pada dasarnya merupakan tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul,
bekerjasama secara rasional dan sistematis, terncana, terkendali, terorganisasi
dengan memanfaatkan sumber daya (dana, material, lingkungan, metode, sarana,
prasarana, data) dan lain sebagainya
yang digunakan secara efisien dan
efektif untuk mencapai tujuan organisasi.
Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
Organisasi (Yunani: organon - alat) adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
Berikut ini beberapa definisi dari organisasi
menurut para ahli :
·
Stoner mengartikan suatu pola
hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang dibawah pengarahan atasan
mengejar tujuan bersama.
·
Menurut
James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk
mencapai tujuan bersama.
·
Menurut
Chester I. Bernard, organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang
dilakukan oleh dua orang atau lebih.
·
Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif
dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk
mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek
seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi
sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap
baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat
disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya
manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka
pengangguran.
Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu
keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti
keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi
menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada
saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara
relatif teratur.
Selain pengertian di atas, masih banyak lagi pengertian yang di ungkapkan oleh para tokoh tentang definisi dari organisasi.
MANAJEMEN dan ORGANISASI
Organisasi dapat diartikan
sebagai kumpulan beberapa orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan
tertentu. Organisasi dalam bentuk apapun akan selalu ditemui dalam kehidupan
sehari-hari. Organisasi merupakan unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan
bermasyarakat dengan beberapa alasan, seperti organisasi digunakan untuk
mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin dapat kita lakukan sendirian, dengan bekerja
sama individu-individu dapat menyelesaikan tugas-tugas yang apabila dikerjkan
seorang diri tidak akan tercapai, organisasi dapat menyediakan pengetahuan yang
berkesinambungan serta dapat menjadi sumber karier yang penting.
Pengertian
Manajemen
Semua
bentuk organisasi dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah
ditetapkan, membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha
pencapaian tujuan menjadi lebih mudah. Begitu luasnya pengertian manajemen
sehingga tidak ada definisi yang secara konsisten digunakan oleh semua orang.
Dalam hal ini dua definisi manajemen dikemukan sebagi berikut :
1. Mary
Parker Follet, manajemen merupakan seni (art) dalam
meyelesaikan pekerjaan melalui orang lain.
2. James
H. Donnelly Jr.; James L. Gibson; dan Jhon M. Ivancevich,
manajemen adalah proses dari seseorang atau beberapa individu untuk
mengkoordinasi kegiatan-kegiatan dari orang lain untuk memperoleh hasil yang
tidak dapat dilakukan seorang individu saja.
3. Karthryn
M. Bartol dan David C. Marten, manajemen adalah proses untuk mencapai
tujuan-tujuan organisasi dengan melakukan kegiatan-kegiatan dari empat fungsi
utama yaitu merencanakan (planning), mengorganisasi (organizing),
memimpin (leading), dan mengendalikan (controlling)..
Berdasarkan uraian
tersebut manajemen dapat diartikan sebagai bekerja dengan orang-orang dengan
memanfaatkan sumber daya-sumber daya organisasi untuk menentukan,
menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan melalui pelaksanaan atau proses
fungsi-fungsi POLC (Planning, OrganizingLeading, Controlling).
Pengertian Manajer
Manajer
adalah orang yang bertanggung jawab atas hasil kerja orang-orang yang ada di
dalam organisasi. Manajer sebagai perencana, pengorganisasi, pemimpin dan
pengendali pelaksanaan aktivitas sehari-hari organisasi.
Pengamatan
menunjukkan bahwa manajer yang melaksanakan fungsi manajemen dengan baik adalah
seorang manajer yang lebih berhasil. Makin banyak waktu yang digunakan oleh
seorang manajer untuk merencana, semakin besar keuntungan yang diperoleh
perusahaan mereka, karena fungsi perencanaan memegang peranan penting dalam
keseluruhan fungsi manajemen.
Tingkatan dan Tipe-tipe
Manajer
Jenis
manajer dalam organisasi dapat diklasifikasikan berdasarkan dua bentuk, yang
pertama Manajer berdasarkan tingkatan manajemen dalam organisasi dan kedua
berdasarkan lingkup kegiatan organisasi yang berada di bawah tanggung jawabnya.
Berdasarkan tingkatan manajemen organisasi, manajer terdiri dari manajer puncak
(topmanager), manajer menengah (middle manager), manajer bawah (lower
manager atau first-line manager), dan pemimpin kelompok (group
leader).
Top
manager efektif adalah seorang pemikir strategis yang
berorientasi ke depan yang membuat banyak keputusan dalam kondisi yang tidak
pasti dan penuh persaingan. Manajer puncak ( chief executive officer, chief
operational officer, direktur utama, presiden direktur, vice-president,
president) terdiri dari kelompok yang relatif kecil , bertanggungjawab atas
keseluruhan manajemen organisasi.
Middle
manager efektif adalah seorang yang mampu mengembangkan
dan menerapkan rencana kerja yang sesuai dengan tujuan dari tingkatan yang
lebih tinggi, berorientasi pada kelompok dan bekerja sama serta mengkoordinasi
kegiatan antar unit dalam organisasi serta mampu menerapkan perubahan atau
strategi yang diciptakan oleh manajer puncak. Manajer menengah (kepala, manajer
divisi, manajer cabang, manajer pabrik, dekan).
First-Line
Manager efektif adalah seseorang yang mampu mengelola
kinerja satu unit kerja yang dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawab jangka
pendek yang sesuai dengan rencana middle dan top manager. Manajer lini pertama
(supervisor atau pemimpin kelompok).
Pemimpin Kelompok adalah jenis
pekerjaan manajemen yang relatif baru yang dikembangkan semenjak perusahaan
beralih kepada kelompok yang mandiri.
Berdasarkan lingkup kegiatan organisasi yang
berada di bawah tanggung jawabnya, manajer terdiri dari manajer fungsional dan
manajer umum.
Manajer fungsional yaitu
manajer yang bertanggung jawab atas satu bidang kegiatan tertentu seperti
keuangan, pemasaran, produksi, personalia, akuntansi atau penjualan.
Manajer umum membawahi
semua kegiatan suatu unit seperti sebuah cabang, perusahaan terpisah atau
bagian operasional terpisah yang memiliki bagian produksi, pemasaran,dan
keuangan sendiri.
Fungsi Manajemen
Empat fungsi manajemen sebagai tugas utama
yang harus dilaksanakan seorang manajer dalam mengelola organisasi untuk
mencapai tujuan atau yang dikenal sebagai proses manajemen adalah sebagai
berikut :
·
Perencanaan (planning).
·
Pengorganisasian (organizing).
·
Memimpin (leading)
·
Pengendalian (controlling)
Peranan Manajer Dalam Organisasi
Dalam melaksanakan tugas sehari-hari seorang
manajer memegang beberapa peranan untuk mencapai tujuan organisasi. Tiga
peranan utama manajer menyangkut sebagai berikut :
1.
Peran interpersonal,
yaitu peranan seorang manajer dalam berinteraksi dengan berbagai pihak yang
akan membantu berhasilnya pelaksanaan tugas, baik pihak dalam perusahaan maupun
pihak luar perusahaan.
2. Peran
informasional, yaitu peranan seorang manajer dalam
pemberian, penerimaan dan penganalisaan informasi, menyangkut pengawas,
penyebar informasi dan juru bicara.
3. Peran
pengambil keputusan, yaitu peranan seorang manajer dalam
memanfaatkan informasi untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah atau
melihat kesempatan yang ada.
Hubungan Manajemen dan Organisasi
Manajemen dan Organisasi memiliki hubungan
yang erat, untuk mencapai suatu tujuan maka dibutuhkan kerja team, ibaratkan di
suatu perusahaan seorang manajer membagikan tugas kepada anggota team nya yang
terdiri dari 10 orang, 2 orang pertama mempunyai tugas menulis, 2 orang berikutnya
mempunyai tugas mengedit, 2 orang selanjutnya mempunyai tugas memposting dan
begitu selanjutnya, hingga menjadikan kerja sama team yang solid antara manajer
dan organisasi.
MANAJEMEN dan TATA KERJA
Tata
kerja atau metode adalah satu cara bagaimana agar sumber – sumber dan waktu
yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga
proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula. Dengan tata
kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah
dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang
tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
1.
Menghindari terjadinya pemborosan di dalam
penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
2.
Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran
dalam proses pencapaian tujuan.
3.
Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan
koordinasi yang tepat.
Manajemen
Manajemen
adalah seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen secara universal belum
memiliki difenisi yang tepat dan dapat diterima. Mary Parker Follet
mendifinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan tapi melalui
orang lain, artinya seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang
lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Tata
Kerja
Tata
Kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan
maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil
sesuai dengan apa yang telah direncanakan.
Hubungan Manajemen dan Tata Kerja
Ø Manajemen :
Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta
waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi
tercapainya tujuan.
Ø Tata
Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus
dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
Hubungan
Timbal Balik Antara Organisasi dan Metode (Tata Kerja) Dengan adanya metode
atau tata kerja dalam organisasi sehingga pada proses kegiatan dapat menyusun
perencanaan kerja, dengan lebih terkoordinir dalam membentuk sekelompok manusia
yang melakukan kerjasama dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan
sebaik-baiknya dan tepat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga
hubungan timbal baliknya juga sangat baik. Penggambaran diatas telah jelas memberikan
keterangan bahwa Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja ( Metode ), bila
semuanya terurut dan dilaksanakan dengan benar, maka secara otomatis suatu
tujuan Organisasi pun akan tercapai.
Manajemen dan Tata Kerja merupakan faktor
utama dalam tercapai nya target, seperti manajemen yang teroganisir dan tata
kerja yang terencana dengan baik akan mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai
target yang ditetapkan.
Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
Hal ini tentang bagaimana caranya seorang
manager memanajemen bawahannya melalui beberapa proses perancaan, seperti yang
dikatakan Mary Parker Follet manajer harus mempersiapkan proses perencanaan,
pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya. Lalu sekarang
pembagian tugas yang diberikan ke organisasi, untuk mendapatkan hasil
yang baik dengan cara bekerja sama, dan perencanaan tata kerja harus mencapai
tingkat efesien dan maksimal.
Analisis Hubungan
Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
Organisasi
merupakan unsur yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat dengan beberapa
alasan, seperti organisasi digunakan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak
mungkin dapat kita lakukan sendiri. Dengan bekerja sama individu-individu dapat
menyelesaikan tugas-tugas yang akan sulit untuk dicapai jika dilakukan seorang
diri, organisasi dapat menyediakan pengetahuan yang berkesinambungan serta
dapat menjadi sumber karier yang penting.
Disamping
organisasi, diperlukan juga usaha-usaha untuk mengelola kegiatan dan
orang-orang maupun unsur lainnya yang ada didalam organisasi agar tujuan
organisasi tersebut dapat tercapai dengan lebih baik. Semua bentuk organisasi
dimana orang-orang bekerja bersama mencapai tujuan yang telah ditetapkan,
membutuhkan manajemen. Manajemen diperlukan organisasi agar usaha pencapaian
tujuan menjadi lebih mudah. Karna manajemen menjelaskan perlunya proses
kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai faktor yang
diperlukan . Manajemen berasal dari kata manage yang berarti mengatur dan
diartikan sebagai koordinasi semua suber daya melalui fungsi-fungsi yang ada di
dalam manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Fungsi- fungsi
tersebut meliputi fungsi perencanaan (plan), fungsi organisasi (Organization),
fungsi pelaksanaan (Act), dan fungsi pengawasan (Controling). Dalam
managemen terdapat enam aspek yang diatur dapat disingkat dengan 6M yaitu, Man,
Money, Machine, Material, Method, dan Market. Selain itu di dalam menajemen
juga terdapat hal-hal yang harus ada yaitu Tujuan, Proses, Keahlian serta
adanya pihak yang diatur dan pihak yang mengatur.
Selain
Manajemen, agar tujuan dalam suatu organisasi dapai tercapai diperlukan juga
sebuah tata kerja atau dapat disebut juga dengan metode. Metode atau
tatakerja merupakan suatu cara atau pola agar sumber-sumber dan waktu yang
tersedia dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai tujuan dari sutu
organisasi. Dengan tat kerja suatu organisasi dapat menghindari terjadinya
pemborosan dalam penyalahgunaan sumber daya, serta menjamin adanya pembagian
kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Sehingga
dapat disimpulkan bahawa hubungan antara organisasi, manajemen dan tata kerja
adalah sebagai berikut. Organisasi merupakan sekumpulan dari orang- orang yang
memiliki pandangan yang sama sehingga bekerja bersama-sama untuk mencapai
tujuan yang telah ditentukan. Dalam proses pencapaian tujuan tersebut tentunya
diperlukan suatu manajemen yang mengelola kegiatan, sumberdaya dan unsure
unsure lainnya dalam organisasi tersebut. Dalam proses pengelolaan manajemen
diperlukan cara-cara atau pola untuk memanfaatkan sumber daya, tenaga dan waktu
seefisien mungkin untuk mencapai tujuan dari organisasi. Jadi peranan manajemen
dan tata kerja tidak dapat terpisah dari organisasi.
Ciri
– Ciri Organisasi
Menurut Berelson dan
Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang
menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan,
ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan
seterusnya.
- Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada
adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya
ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta
wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi
tersebut.
- Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya
organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar
anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal
dengan gejala “birokrasi”.
.
Ada juga yang menyatakan
bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan
keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
1.
Rumusan batas-batas operasionalnya (organisasi)
jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan
pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama.
Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan
yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi
anggotanya.
2.
Memiliki identitas yang jelas. Organisasi
akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang
jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan
pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain
sebagainya.
3.
Keanggotaan formal, status dan peran. Pada
setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan
batasan yang telah disepakati bersama.
Berikut ini merupakan ciri-ciri Organisasi
Modern :
•
Organisasi bertambah besar
•
Pengolahan data semakin cepat
•
Penggunaan staf lebih intensif
•
Kecendrungan spesialisasi
•
Adanya prinsip-prinsip atau azas - azas
organisasi
•
Unsur-unsur organisasi lebih lengkap
Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang
telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan
organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.
Unsur – Unsur Organisasi
Organisasi
memiliki unsur-unsur tertentu, yaitu :
·
Sebagai
wadah atau tempat untuk bekerja sama, artinya : Organisasi merupakan suatu
wadah atau tempat dimana orang-orang dapat bersama untuk mencapai suatu tujuan
yang telah ditetapkan tanpa adanya organisasi menjadi saat bagi orang-orang
untuk melaksanakan suatu kerja sama, sebab setiap orang tidak mengetahui
bagaimana cara bekerja sama tersebut akan dilaksanakan. Pengertian tempat di
sini dalam arti yang konkrit, tetapi dalam arti yang abstrak, sehingga dengan
demikian tempat sini adalah dalam arti fungsi yaitu menampung atau mewadai
keinginan kerja sama beberapa orang untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam
pengertian umum, maka organisasi dapat berubah wadah sekumpulan orang-orang
yang mempunyai tujuan tertentu misalnya organisasi buruh, organisasi wanita,
organisasi mahasiswa dan sebagainya.
·
Proses
kerja sama sedikitnya antar dua orang, artinya : Suatu organisasi, selain
merupakan tempat kerja sama juga merupakan proses kerja sama sedikitnya antar
dua orang. Dalam praktek, jika kerja sama tersebut di lakukan dengan banyak
orang, maka organisasi itu di susun harus lebih sempurna dengan kata lain
proses kerja sama di lakukan dalam suatu organisasi, mempunyai kemungkinan
untuk di laksanakan dengan lebih baik hal ini berarti tanpa suatu organisasi
maka proses sama itu hanya bersifat sementara, di mana hubungan antar kerja
sama antara pihak-pihak bersangkutan kurang dapat diatur dengan sebaik-baiknya.
·
Jelas
tugas kedudukannya masing-masing, artinya : Dengan adanya organisasi maka
tugas dan kedudukan masing-masing orang atau pihak hubungan satu dengan yang
lain akan dapat lebih jelas, dengan demikian kesimpulan dobel pekerjaan dan
sebagainya akan dapat di hindarkan. Dengan kata lain tanpa orang yang baik
mereka akan bingung tentang apa tugas-tugasnya dan bagaimana hubungan antara
yang satu dengan yang lain.
·
Ada
tujuan tertentu, artinya : Betapa pentingnya kemampuan mengorganisasi bagi
seorang manajer. Suatu perencana yang kurang baik tetapi organisasinya baik
akan cenderung lebih baik hasilnya dari pada perencanaan yang baik tetapi
organisasi tidak baik.
Teori Organisasi
Teori
Organisasi adalah suatu teori yang mempelajari kinerja dalam sebuah organisasi,
kajiannya yaitu bagaimana caranya membahas bagaimana sebuah organisasi dalam
menajalankan fungsi dan menerapkan visi dan misi organisasi tersebut.
Lingkungan kerja suatu organisasi dapat mempengaruhi dan terpengaruh oleh orang
di dalam suatu organisasi tersebut.
Dalam pembahasan mengenai teori
organisasi yang pernah ada dan berlaku dalam sejarah dan perkembangannya hingga
sekarang. Teori itu meliputi organisasi klasik, teori organisasi neoklasik dan
teori organisasi modern. Berikut pembahasan dari jenis teori ogranisasi.
Teori
Organisasi Klasik
Teori
klasik (classical theory) atau disebut juga teori tradisional, isinya berupa
konsep tentang organisasi dari abad 19, definisi organisasi sebagai struktur
hubungan, kekuasaan, tujuan, peranan, kegiatan, komunikasi dan faktor lain yang
terjadi karena terlibat kerja sama antar orang.
Teori ini mempunyai efek yang sama
yang berkembang dalam tiga dasar anggapan-anggapan, anggapan tersebut yaitu:
·
Teori
birokrasi : dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya
“The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism
·
Teori
administrasi : dikembangkan atas dasar sumbangan Henry Fayol
dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika
·
Manajemen
ilmiah : dikembangkan mulai tahun 1900 oleh
Frederick Winslow Taylor.
Teori
Organisasi Neoklasik
Teori neoklasik dikenal sebagai
teori/aliran hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori ini
dikembangkan atas dasar teori klasik. Tanggapan dalam teori ini adalah
menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial sebagai indivudi maupun
sebagai bagian kelompok dalam lingkungan kerjanya, dari dasar tanggapan ini
teori neoklasik mendifisikan ‘organisasi” memiliki tujuan yang sama.
Teori neklasik dalam hal pembagian
kerja diperlukan hal-hal berikut:
·
Partisipasi, yaitu melibatkan setiap orang dalam proses
pengambilan keputusan
·
Perluasan
kerja (job enlargement) sebagai kebalikan dari pola
spesialisasi
·
Manajemen
bottom-up yang akan memberikan kesempatan kepada para
yunior untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan manajemen puncak.
Teori
Organisasi Modern
Herbert
Simon menandai teori modern dengan lahirnya gerakan contigency yang menyatakan
teori organisasi perlu melebihi prinsip-prinsip yang dangkal dan
disederhanakan untuk suatu kajian mengenai kondisi yang dapat diterapkan
prinsip saling bersaing.
Katz
dan Robert Kahn dalam bukunya “the social psychology of organization”
mengungkapkan perspektif organisasi sebagai suatu sistem terbuka. Dalam
buku tersebut mendeskripsikan keunggulan-keunggulan perspektif sistem terbuka
untuk menelaah hubungan yang penting dari sebuah organisasi dengan
lingkungannya, dan perlunya organisasi menyesuaikan diri terhadap lingkungan
yang berubah jika organisasi ingin tetap bertahan
Teori
modern atau yang bisa disebut sebagai analisa system pada
organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan
manajemen. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu
kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa
organisasi bukanlah suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang
stabil, akan tetapi organisasi merupakan system yang terbuka.
Organisasi Niaga
Organisasi Niaga adalah suatu
organisasi yang memiliki tujuan utama untuk
mencari keuntungan. Berikut adalah macam-macam organisasi niaga :
mencari keuntungan. Berikut adalah macam-macam organisasi niaga :
1.
PERSEROAN TERBATAS (PT)
Perseroan
terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki
oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan
tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam
PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang
lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT /
persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan
berbagai persyaratan lainnya.
ciri dan sifat perseroan terbatas :
- kewajiban terbatas pada modal tanpa
melibatkan harta pribadi
- modal dan ukuran perusahaan besar
- kelangsungan hidup perusahaan pt ada di
tangan pemilik saham
- dapat dipimpin oleh orang yang tidak
memiliki bagian saham
- kepemilikan mudah berpindah tangan
2.
PERSEROAN KOMANDITER (CV)
CV
adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang
atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang
berbeda-beda di antara anggotanya. Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan
pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi
ketika krisis finansial. Yang aktif mengurus perusahaan cv disebut sekutu
aktif, dan yang hanya menyetor modal disebut sekutu pasif.
ciri
dan sifat cv :
-sulit untuk menarik modal yang telah disetor
- modal besar karena didirikan banyak pihak
- mudah mendapatkan kridit pinjaman
- ada anggota aktif yang memiliki tanggung
jawab tidak terbatas dan ada yang pasif
tinggal menunggu keuntungan
tinggal menunggu keuntungan
3.
FIRMA (FA)
Firma adalah suatu persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang
atau lebih dengan nama bersama, dalam mana tanggung jawab masing-masing anggota
firma (disebut firmant) tidak terbatas; sedangkan laba yang akan diperoleh dari
usaha tersebut akan dibagi bersama-sama. Demikian pula halnya jika menderita
rugi, semuanya ikut menanggung (Basu Swastha, 1988:55).
Ketentuan-ketentuan
tentang firma ini diatur dalam pasal 16 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang
(Wetboek van Koophandel) yang bunyinya “Perseroan di bawah firma adalah suatu
persekutuan untuk menjalankan perusahaan di bawah nama bersama”.
Selain itu pasal 18 Kitab Undang-Undang Hukum
Dagang menyebutkan inti dari firma yaitu bahwa tiap-tiap anggota saling
menanggung dan untuk semuanya bertanggung jawab terhadap perjanjian firma
tersebut. Agar lebih jelas, peraturan-peraturan tersebut diperkuat oleh pasal
16 dan 18 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Bulgerlijk Wetboek) yang
menyatakan bahwa persekutuan adalah suatu perjanjian, dimana dua orang atau
lebih sepakat untuk bersama-sama mengumpulkan sesuatu dengan maksud supaya laba
yang diperoleh dari itu dibagi antara mereka.
·
Ciri
–ciri bentuk badan usaha firma :
a. Anggota firma biasanya sudah saling
mengenal dan saling mempercayai.
b. Perjanjian firma dapat dilakukan di
hadapan notaris maupun di bawah tangan.
c. Memakai nama bersama dalam kegiatan usaha.
d. Adanya tanggung jawab dan resiko kerugian
yang tidak terbatas.
·
Kebaikan-kebaikan
Firma :
a. Jumlah modalnya relatif besar dari usaha
perseorangan sehingga lebih mudah untuk
memperluas usahanya.
memperluas usahanya.
b. Lebih mudah memperoleh kredit karena
mempunyai kemampuan finansial yang lebih
besar.
besar.
c. Kemampuan manajemen lebih besar karena
adanya pembagian kerja di antara para
anggota. Disamping itu, semua keputusan di ambil bersama-sama.
anggota. Disamping itu, semua keputusan di ambil bersama-sama.
d. Tergabung alasan-alasan rasional.
e. Perhatian sekutu yang sungguh-sungguh pada perusahaan
·
Keburukan
Firma :
a.
Tanggung
jawab pemilik tidak terbatas terhadap seluruh utang perusahaan. Sebagai contoh,
dapat dilihat bentuk berikut ini:
b. Pimpinan dipegang oleh lebih dari satu
orang. Hal yang demikian ini memungkinkan
timbulnya perselisihan paham diantara para sekutu.
timbulnya perselisihan paham diantara para sekutu.
c. Kesalahan seorang firmant harus ditanggung
bersama.
4. KOPERASI
Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata
ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang
untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor
12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang
berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang
merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas
kekeluargaan.
A. Fungsi Koperasi / Koprasi
1. Sebagai urat nadi kegiatan perekonomian
indonesia
2. Sebagai upaya mendemokrasikan sosial ekonomi
indonesia
3. Untuk meningkatkan kesejahteraan warga
negara indonesia
4. Memperkokoh perekonomian rakyat indonesia
dengan jalan pembinaan koperasi
B. Peran dan Tugas Koperasi / Koprasi
1. Meningkatkan tarah hidup sederhana
masyarakat indonesia
2. Mengembangkan demokrasi ekonomi di
indonesia
3. Mewujudkan pendapatan masyarakat yang adil dan
merata dengan cara menyatukan, membina, dan mengembangkan setiap potensi yang
ada
5. JOINT VENTURE
Joint Venture adalah kerjasama diantara dua
orang atau badan usaha atau lebih untuk mengusahakan tertentu, karakteristik joint
venture adalah sebagai berikut:
Ø Waktunya terbatas
Ø Masing-masing pihak dapat menyerahkan
kontribusi baik berupa uang atau barang
Ø Keuntungan atau kerugian dibagi sama
Ø Untuk
pihak-pihak yang berjasa diperhitungkan terlebih dahulu bunga modal, komisi,
bonus dan lain-lain Pimpinan usaha Joint Venture disebut ”managing partner”
yang mempunyai kewajiban menyelenggarakan pembukuan dan menyajikan laporan
keuangan.
Akuntansi untuk Joint Venture
Terdapat dua metode, yaitu :
1.Buku-buku diselenggarakan terpisah dari
pembukuan masing-masing anggota
2.Rekening-rekening tiap transaksi dicatat
dalam buku masing-masing anggota
6. TRUST
Suatu bentuk penggabungan atau kerjasama
perusahaan secara horizontal untuk membatasi persaingan maupun rasionalisasi
dalam bidang produksi dan penjualan.
7. KARTEL
Kartel adalah bentuk kerjasama perusahaan
dengan produksi barang dan jasa sejenis yang didasarkan perjanjian bersama
untuk mengurangi persaingan. Kartel di bagi dalam beberapa bentuk : Kartel
Kondisi (syarat), Kartel Harga, Kartel Produksi, Kartel Daerah dan Kartel
Pembagian Laba.
8. Holding Company / Perusahaan Induk
Perusahaan
yang berbentuk corp, yang menguasai sebagian besar saham dari beberapa
perusahaan.
perusahaan.
Organisasi Sosial
Organisasi
sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak
berbadan hukum,
yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa
dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai
tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
Hakekat Lembaga Sosial
Keberadaan lembaga sosial tidak lepas dari
adanya norma dalam masyarakat. Di mana nilai merupakan sesuatu yang baik,
dicita- citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat. Oleh karenanya, untuk
mewujudkan nilai sosial, masyarakat menciptakan aturan-aturan yang tegas yang
disebut norma sosial. Nilai dan norma inilah yang membatasi setiap perilaku
manusia dalam kehidupan bersama. Sekumpulan norma akan membentuk suatu sistem
norma. Inilah awalnya lembaga sosial terbentuk. Sekumpulan nilai dan norma yang
telah mengalami proses institutionalization menghasilkan lembaga sosial.
Organisasi
Regional dan Internasional
Organisasi Regional adalah organisasi yang
luas wilayahnya meliputi beberapa negara tertentu saja. Organisasi regional mempunyai wilayah
kegiatannya bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi
negara-negara pada kawasan tertentu saja.
Organisasi internasional adalah suatu organisasi yang dibuat oleh
anggota masyarakat internasional secara sukarela atau atas dasar kesamaan yang bertujuan
menciptakan perdamaian dunia dalam tata hubungan internasional. Pada hakikatnya
organisasi internasional memiliki arti luas dan sempit. Secara luas, organisasi
internasional meliputi organisasi publik (public international organization),
organisasi privat (privat international organitation), organisasi regional,
organisasi subregional, dan organisasi bersifat universal (organization of
universal character). Secara sempit hanya meliputi organisasi internasional
publik. PBB juga merupakan organisasi internasional yang
memiliki tujuan utama dalam perjanjian Atlantic Charter.
Credit :
- https://sites.google.com/site/manajemendanorganisasi/
- Organisasi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
- handpage.blogspot.com/p/definisi-dan-pengertian-organisasi.html
- id.wikipedia.org/wiki/Organisasi
- asa-2009.blogspot.com/2013/08/pengertian-tujuan-dan-manfaat-organisasi.html
- bangbiw.com/pengertian-tentang-organisasi-manajemen-dan-tata-kerja/
- http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_organisasi_dan_metode/bab1_arti_penting_organisasi_dan_metode.
- id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial
- https://staffsite.gunadarma.ac.id/
- http://www.anneahira.com/pengertian-organisasi.htm
- http://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial
- bangbiw.com/ciri-ciri-unsur-dan-teori-organisasi/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Persekutuan_komanditer
- http://pakdesmart75.wordpress.com/2008/07/13/perusahaan-perseorangan-dan-firma-fa/
- http://radensomad.com/joint-venture.html
- http://www.scribd.com/doc/34507273/Adm-niaga
- id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_sosial
- id.wikipedia.org/wiki/Organisasi_internasional
- http://timokomit.wordpress.com/2010/10/09/pengertian-organisasi-serta-macam-macamnya/
Comments
Post a Comment